🇮🇩 ID
🇮🇩
ID
Indonesia
🇬🇧
English
English
🇸🇦
Arab
العربية
🇨🇳
Mandarin
中文
Business Gathering Bersama Anggota GPEI Jawa Timur

Peluang & Tantangan Ekspor di Tengah Perang Dagang Amerika & China

GPEI Jatim – Surabaya, Tensi perdagangan global, khususnya antara dua kekuatan ekonomi dunia yaitu Amerika Serikat dan China, telah membawa dampak besar terhadap rantai pasok, arus perdagangan internasional, serta dinamika permintaan global.

Isdarmawan Asrikan, Ketua GPEI Jawa Timur, menyampaikan bahwa dampak perang tersebut membuat harga minyak dan energi naik dan akan berpengaruh terhadap biaya logistik dari suply chain produk diseluruh negara didunia.

“Kita semua kawatir bahwa perang akan makin meluas dengan melibatkan negara-negara para sekutu mereka dan hal ini yang harus dihindari dengan peningkatan diplomasi agar perang bisa segera diakhiri,” jelasnya.

Juneddy Sinaga, nara sumber dari sektor pelabuhan, PT. Pelindo Regional 3 menyampaikan bhawa Pelindo telah menempuh langkah signifikan dalam modernisasi pelabuhan Jawa Timur melalui digitalisasi, teknologi canggih dan integrasi infrastruktur, semua bertujuan memperkuat pertumbuhan ekspor, menekan biaya dan menjaga daya saing global. Namun, keberlanjutan transformasi ini bergantung kolaborasi yang intensif dari pelaku bisnis, eksportir, dan regulator.

Peter Sutjiono Tjoe, MSC, MM Galery, nara sumber dari sektor industri menyampaikan bahwa  untuk bertahan dan berkembang, Indonesia harus bersinergi lintas sektor – pekerja, pengusaha, pemerintah, pendidikan – dalam menyusun roadmap ekspor nasional dan memanfaatkan teknologi serta platform digital untuk memperluas pasar UMKM anak muda dan UMKM, dengan fleksibilitas serta inovasi mereka, menjadi pilar penting dalam strategi ini, namun regulasi ekspor–impor yang saat ini kompleks harus disederhanakan dan diklarifikasi agar tidak menghambat pertumbuhan.

Arson Tri Windarto, SP, Balai Besar Karantina Ikan, Hewan & Tumbuhan Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa Karantina menerapkan ketentuan khusus berdasarkan jenis dan asal komoditas untuk mengantisipasi masuknya hama atau penyakit – terutama terkait ekspor, sejumlah produk tunduk pada regulasi ketat dan sertifikasi phyto wajib sesuai analisis risiko negara tujuan.

Dari sisi perdagangan Nuring Retnowati, Ssos, SE, Mcom, Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa solusi strategis adalah Pemerintah mengupayakan perjanjian bilateral dan regional melalui skema FTA, yang mencakup perdagangan barang dan jasa. FTA ini diharapkan memberikan keringanan tarif impor, khususnya untuk bahan baku dan modal.

Mendukung setiap analisa dan tanggapan tersebut, Ira Dwi Astuti, Bank Jatim menegaskann bahwa dari sektor perbankan akan memberikan dukungan nyata bagi pelaku ekspor dan UMKM melalui pendampingan bersama para pemangku kepentingan. Program ini meliputi pelatihan, business matching, dan pemetaan pengusaha yang telah siap mengekspor, lalu dikoneksikan dengan calon pembeli potensial.

Asmaul Khusnah, Ketua Panitia Business Gathering menyampaikan bahwa “Pada kemspatan ini, izinkan kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak H. Adik Dwi Putranto, SH MHP sebagai Keynote Speaker sekaligus berkenan membuka acara Business Gathering, PT. Pelindo Regional 3, Bank Jatim atas kesediaanya menjadi nara sumber serta Ibu Sri Rahayu, yang berkenanmenjadi Moderator  peserta dan seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara ini,” tutupnya.(*)

DOKUMENTASI

Business Gathering Bersama Anggota GPEI Jawa Timur

Lokasi Kantor

Graha Asri Blok K-3, JL. Ngagel, No. 179-183, Surabaya, Jawa Timur, 60246, Keputran, Tegalsari, Surabaya, East Java 60265

Email

gpei_sby@yahoo.com

Telepon

(031) 5048861

Membership

© 2023 GPEI Jawa Timur. All Rights Reserved.

× CS Jatim Export