Program Pengembangan Ekonomi Daerah (LED) Melalui Budidaya Kakao Berkelanjutan atau disebut Sustainable Cocoa Development Programme – SCDP dilaksanakan sejak 1 Februari 2016 sampai dengan 31 Januari 2020 dan telah berhasil :
Dari analisis lembaga independen Universitas Pembangunan Nasional ‘UPN Veteran’ Surabaya, dalam pelaksanaan SCDP telah berhasil melakukan panen perdana dengan hasil sebagai berikut :
Perbandingan biji kakao fermentasi klon hibrida (1994/1995) ( klon lama yang masih banyak dibudidayakan oleh masyarakat) degan klon MCC 02 dan Sulawesi 01 hasil budidaya kebun percontohan SCDP.
Kelompok tani kakao yang dibentuk telah berhasil melakukan fermentasi dengan baik sesuai Standar Nasional Indonesia – SNI yakni fermentasi selama 5 hari.
Sampai dengan tahun 2020, hasil budidaya kebun kakao percontohan digambarkan pada tabel berikut :
Tabel Hasil Demplot Kakao (2019/2020)
Sumber : Satgas Kakao Daerah
Harga : Rp. 30.000,- – Rp. 33.500,- / Kg biji kering fermentas.
Dari tabel diatas diketahui bahwa rata-rata hasil pembangunan kebun kakao percontohan (DEMPLOT) pada awal panen di 5 kabupaten telah menghasilkan 1,4 ton kering fermentasi.
Salah satu anggota Satgas dan Fasilitator Kakao yang berada di lereng Ijen Kabupaten Bondowoso, Saudari Riska telah berhasil membangun Kedai Nuri dengan salah satu produknya berupa makanan olahan yang berupa cokelat batangan, permen dan cokelat bubuk siap minum dengan merek NURICO.
Pada tahun 2018, Saudari Riska telah berhasil mengolah bubuk cokelat hasil kemitraan dengan PULIT KOKA Indobesia. Saudari Riska telah berhasil menjual biji kakao fermentasi dari kebunnya serta beberapa petani didaerahnya untuk dijual kepada PUSLIT KOKA Indonesia.
Kemudian Saudari Riska membeli bubuk kakao – cokelat dari PUSLIT KOKA Indonesia untuk diolah menjadi makanan olahan yang siap jual.
Pada awalnya, kegiatan perkakaoan di Kabupaten Trenggalek dimuali dengan pendirian Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kakao oleh Pemerintah Daerah yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
UPH kakao ini bertugas menerima penjualan kakao dari para petani yang kemudian difermentasi untuk mendapatkan nilai tambah kemudian menjualnya kepada industri pengolahan kakao.
Pada tahun 2016, Sustainable Cocoa Development Programme – SCDP diluncurkan di Kabupaten Trenggalek. Bupati Trenggalek Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, yang telah merencanakan Kakao Land di Kabupaten Trenggalek tertantang untuk membuat Rumah Cokelat yang fungsinya tidak hanya menampung biji kakao dari para petani namun juga mengolahnya menjadi produk makanan dan minuman yang siap saji.
Pada tahun 2017, Bupati Trenggalek Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, merubah UPH kakao menjadi RUMAH COKELAT yang berfungsi sebagai sentra budidaya kakao mulai dari Kantor Satgas Kakao Daerah, Fasilitator Kakao Kabupaten Trenggalek, industri kakao, balai pelatihan kakao dan sarana wisata kota berbasis kakao.
Sebelum peluncuran Sustainable Cocoa Development Programme – SCDP di Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pacitan merupakan sentra perkebunan kakao. Terdapat ratusan bahkan ribuan pohn kakao di kebun-kebun masayarakat yang tersebar di hampir seluruh wilayah Pacitan.
Namun karena kurangnya pemahaman, pemeliharaan dan cara pengolahannya akhirnya lambat laun pohon-pohon kakao dikalahkan dengan tanaman-tanaman jenis kayu-kayuan yang lain.
Seperti pada kabupaten-kabupaten lainnya, SCDP diluncurkan pada tahun 2016 yang dilanjutkan audiensi dengan Bupati Indartarto oleh Tim SCDP yang dipimpin langsung oleh Isdarmawan Asrikan, Manager SCDP sekaligus Ketua GPEI Jawa Timur untuk menjelaskan dan mengkoordinasikan program SCDP di Kabupaten Pacitan.
Melihat perkembangannya yang cukup baik dalam budidaya kakao serta pembinaan petani, pemuda dan perempuan, Bupati Pacitan memerintahkan kepada Dinas-dinas terkait untuk merencanakan pembangunan Taman Teknologi Pertanian Kabupaten Pacitan yang didalamnya terdapat program-program pertanian dan perkebunan serta kebun percontohannya juga industri pengolahan kakao.
Pada tahun 2019, Taman Teknologi Pertanian Kabupaten Pacitan telah selesai dan diresmikan langsung oleh Bupati Indartarto dan pada tahun 2020 Kabupaten Pacitan telah berhasil memproduksi makanan olahan dan minuman berbasis cokelat.
Berbeda dengan kabupaten lain, Kabupaten Blitar yang telah menjadi pioner dalam industri cokelat dengan wisatanya (Kampung Cokleat), lebih difokuskan pada pengembangan tenaga kerja (kelompok tani, pemuda dan perempuan) agar dapat tercapai budidaya kakao yang berkelanjutan dengan ditunjang tenaga kerja yang terampil.
SCDP melalui Satuan Tugas telah mendorong koordinasi yang telah dilakukan di tingkat desa (MUSRENBANGDES), tingkat kecamatan (MUSRENBANGCAM) dan tingkat kabupaten (MUSRENBANGKAB) untuk merencanakan pengembangan kakao berkelanjutan bersama dengan petani, pemuda dan perempuan.
Menyambut dorogan tersebut, Kepala Lembaga dan Penyuluhan Petani, Hari Budi Harto SP. MMA menyetujui pembentukan Unit Bisnis Kakao melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk memfasilitasi dan melaksanakan pengembangan kakao berkelanjutan.
Selain itu, dengan keberhasilannya dalam membuat kebun percontohan Kecamatan Nglegok saat ini telah menjadi Pusat Pendidikan Budidaya Kakao, hal ini terbukti dengan adanya kunjungan Mahasiswi dari Inggris, Universitas Indonesai dan lembaga pendidikan lainnya untuk memperdalam tata cara budidaya kakao yang baik dengan standar GAP.
Hal ini tentunya membuka lapangan kerja tersendiri di sektor pariwisata dan tour guide serta lainnya termasuk home stay dan aneka kuliner daerah.
SCDP mampu meningkatkan peran aktif dan konstruktif antara para petani, pemuda dan perempuan, Kelompok Tani, GAPOKTAN dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, GPEI Jawa Timur dan Puslit KOKA Indonesia.
Aspek sosial & budaya :
Aspek Produksi :
Aspek Ekonomi :
Aspek Berkelanjutan :
Tercipta Satuan Tugas dan Fasilitator Kakao di 5 wilayah Kabupaten di Jawa Timur yang siap melatih, membina dan mendampingi serta mengawasi para petani, pemuda dan perempuan daerah yang ingin budidaya kakao, baik baru maupun rehabilitasi kebun kakao.
Graha Asri Blok K-3, JL. Ngagel, No. 179-183, Surabaya, Jawa Timur, 60246, Keputran, Tegalsari, Surabaya, East Java 60265
gpei_sby@yahoo.com
© 2023 GPEI Jawa Timur. All Rights Reserved.